Harmoni Angklung

Lewat harmoni angklung ini

Kau titipkan sejumput pesan

Sejumput kasih yang tulus

Dengan alunan angklung ini

Terkesima lantaran kau

Kau memesona yang terkesima

Bersama iringan angklung ini

Kau lewat angkuh

Kau tanya kenpa

Aku mematung pipiku merona

Merah jambu jadinya

Kau lewat angkuh

Kau tak tanya

Aku mematung pipiku memucat

Es batu jadinya

Oh sayang jangan berbalik!

Pekik sanubari

Kau hanya seangkuh

Menjawab dengan punggung

Jadinya aku mematung

Di ujung sudut gedung

Cisarua, 24 November 2013

17.00 WIB

Positive Thingking dalam Dunia Perkuliahan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pikiran merupakan faktor penentu sikap seseorang. Berawal dari pikiran dan konsep inilah maka akan menimbulkan suatu judgement yang mendasari lahirnya suatu sikap. Konsep yang diyakini menjadi suatu prasangka atau pandangan terhadap sesuatu. Pikiran yang lahir bisa positif, bisa juga negatif. Pikiran berbanding lurus dengan aksi dan hasil. Apabila pikiran positif maka hasil pun akan positif, begitu juga sebaliknya. Peneliltian Goodhart (1985) terhadap 173 mahasiswa menemukan bahwa positive thingking mempunyai hubungan yang signifikan dengan kondisi psikologis yang positif.

positivity

Salah satu kunci kesuksesan hidup di dunia adalah positive thingking mengenai apa yang telah dan sedang terjadi dalam kehidupan kita. Entah itu musibah yang menimpa kita ataupun anugerah yang kita peroleh, semuanya akan terasa lebih bermakna apabila disikapi dengan prasangka positif. Melakukan penghayatan, penilaian positif, dan evaluasi yang membangun terhadap kehidupan yang dijalani adalah mutlak dilakukan agar kita bisa membuka gada menuju kehidupan yang lebih baik. Positive thingking menstimulus kekuatan positif, yang pada akhirnya tubuh sebagai efektor yang akan merealisasikan proyek perencanaan dari otak tersebut.

Dalam kehidupan yang penuh problema ini perlu dilatih bagaimana positive thingking. Termasuk dalam kehidupan perkuliahan, positive thingking harus dilakukan. Sebagai contoh, seorang mahasiswa tentu sangat disibukan dengan berbagai tugas, belum termasuk kegiatan-kegitan di luar pembelajaran akademik seperti organisasi dan kegiatan pendalaman minat dan bakat. Menyangkut tugas tadi, kemungkinannya ada dua; tugas tersebut dikumpulkan tepat waktu atau malah molor sehingga harus mengejar-ngejar dosen untuk mendapatkan nilai.

Positive-Attitude-Can-Do

Memandang bahwa tugas-tugas berat yang diberikan oleh dosen adalah bukan sebagai beban dan kita berusaha bahagia menjalaninya maka tugas-tugas berat itu bisa kita selesaikan dengan baik dan maksimal sesuai usaha yang kita lakukan. Hal-hal seperti itu muncul karena ada motivasi dan buah dari positive thingking. Apabila kita hanya melihat dan fokus terhadap banyaknya tugas, susahnya tugas, serta beratnya tugas yang diberikan maka hal itulah yang akan muncul. Tugas tersebut akan terasa memberatkan. Orang yang positive thingking bukanlah beratnya tugas tersebut yang menjadi fokus melainkan solusi bagaimana agar bisa menyelesaikan tugas tersebut dengan maksimal .

            Positive thingking dalam kehidupan di perguruan tinggi menjadi salah satu faktor yang menunjang kesuksesan. Judgement yang kita lakukan menentukan hasil seperti apa yang akan kita peroleh. Sekali lagi, positive thingking mendorong kita melakukan penghayatan, penilaian, dan evaluasi positif. Mungkin bagi sebagian orang belajar di perguruan tinggi tidaklah mudah. Belajar di perguruan tinggi membutuhkan mental yang kuat dan rasa percaya diri agar bisa survive, harus mandiri dan berinsiatif dalam melakukan tindakan.

b

Pola positive thingking yang telah dibiasakan akan mengantarkan pada kesuksesan. Menghadapi setiap tugas dengan hati yang tenang dan positive thingking, berbaik sangka ketika gagal dalam ujian, serta bisa melihat pintu-pintu kesempatan lain yang terbuka saat satu pintu yang kita inginkan tertutup, bisa mengantarkan kita pada kesuksesan. Bahkan menurut Peale (1996), dengan positive thingking maka kita akan menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil di sekitar kita.

Sudah menjadi hukum alam bahwa segala sesuatu yang berada di sekitar kita akan merespon balik terhadap apa yang kita lakukan. Jadi lebih baik kita melakukan judgement yang baik terhadap apa yang kita hadapi agar kebaikan pula yang akan kita peroleh.

Referensi:

Anthony, Robert. 2007. Beyond Positive Thingking. Garden City, New York: Morgan-James the Enterpreneurial Publisher

http://www.scribd.com/doc/87948611/berpikir-positif

http://blog.ub.ac.id/bintangagung/files/2013/12/positive-thinking.jpg

http://i211.photobucket.com/albums/bb90/soulshine75/nurseboard-1.jpg